Bea Cukai Kanwil Jawa Timur I Dan Bea Cukai Sidoarjo Amankan Jutaan Rokok Ilegal Polos Dan Berpita Cukai Palsu

Sidoarjo (11/4/2020) – Di tengah kondisi pemerintah dan masyarakat yang sedang fokus pada upaya penanganan wabah Covid-19, terdapat segelintir orang yang memanfaatkan situasi dengan berusaha mengirimkan rokok ilegal. Namun di saat yang bersamaan, Bea Cukai tetap menjalankan fungsi pengawasan dengan menggagalkan upaya pengiriman lebih dari 3,1 juta batang rokok ilegal di wilayah Sidoarjo.

Berawal dari laporan masyarakat terkait adanya upaya pengiriman rokok ilegal ke daerah Pontianak melalui jasa ekspedisi, petugas Bea Cukai Kanwil Jawa Timur I melakukan penindakan dan berhasil mengamankan rokok ilegal sebanyak 480 ribu batang rokok dilekati pita cukai yang diduga palsu beserta truk ekspedisi yang memuat barang tersebut.

Kepala Seksi Humas Mohammad Yatim mengatakan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari operasi Gempur Rokok Ilegal yang secara rutin dilakukan  oleh Bea Cukai.

“Tujuan pengiriman rokok ilegal tersebut ke daerah Pontianak Kalimantan Barat yang ditegah pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020, sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Brigjen Katamso, Waru, Kabupaten Sidoarjo. Didapati merk dagang EB yang dilekati pita cukai yang diduga palsu. Pendalaman lebih lanjut dilakukan terhadap saksi terperiksa saudara HP yang merupakan karyawan ekspedisi. Atas dugaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses administrasi penindakan oleh petugas dengan menerbitkan Surat Bukti Penindakan, Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Serah Terima”. Ujar yatim.

Selain itu, menurut Mohammad Yatim penindakan lainnya juga dilakukan oleh petugas Bea Cukai Sidoarjo yang berhasil mengamankan truk pengangkut rokok ilegal yang keluar dari tol Waru Sidoarjo dengan tujuan Pulau Sumatera pada hari Sabtu (11/04) pukul 18.00 WIB. Didapati BKC Hasil Tembakau berupa rokok ilegal yang sudah dikemas sebanyak 180 karton terdiri dari 2.614.400 batang tanpa dilekati pita cukai. Atas penindakan tersebut, dilakukan proses administrasi penindakan Surat Bukti Penindakan. Terhadap kendaraan, sopir, dan barang bukti dibawa ke kantor Bea Cukai Sidoarjo untuk dilakukan pengembangan, penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut kepada para pihak yang diduga mengetahui adanya kegiatan tersebut.

“Dari dua penindakan tersebut, total potensi kerugian negara dari cukai yang tidak dibayarkan sebesar 1,4 milyar rupiah”. Lanjut Yatim.

Terkait hasil penindakan tersebut, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Sidoarjo, Niken Lestrie Premanawatie menyampaikan bahwa upaya dan kerja cerdas petugas Bea Cukai yang selalu siap dalam situasi dan kondisi apapun, bahkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, menjadi bukti keseriusan dan komitmen Bea Cukai menggencarkan Operasi Gempur rokok ilegal sebagai manifestasi penegakan ketentuan Cukai.  Di masa yang akan datang, kesadaran hukum dan peran serta masyarakat diperlukan untuk mendukung kinerja Bea Cukai, tidak hanya mengamankan hak keuangan negara dari sektor Cukai, namun juga mengendalikan peredaran BKC sebagaimana telah diamanatkan dalam UU Cukai.

Dapat diduga bahwa rokok ilegal tersebut melanggar sejumlah aturan pidana di bidang Cukai yaitu Pasal 54, Pasal 55 dan/atau Pasal 56 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, yaitu: tindakan menjual BKC yang tidak dilunasi cukainya; tindakan memalsukan pita cukai, membeli pita cukai palsu, mempergunakan pita cukai bekas; dan memiliki BKC hasil pidana. Apabila terbukti, maka pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 8 tahun dan dipidana denda paling sedikit 8 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar; dan/ atau dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.